Ternyata ada beberapa gejala khusus untuk membedakan antara migren dengan sakit kepala lainnya.
Berikut adalah tanda-tanda untuk mengenali sakit kepala akibat migren atau bukan:
1. Meskipun tidak semuanya, namun beberapa penderita migren mengalami semacam penampakan aura pada awal munculnya sakit kepala.
Penampakan visual dari aura ini hanya pada satu sisi kepala saja, dan biasanya sisi kepala yang mengalami migren.
Beberapa
diantaranya mengaku seperti melihat kilatan cahaya atau cahaya yang
samar, sedangkan yang lainnya mengalami kehilangan penglihatan.
2.
Selain aura, gejala fisik juga terkadang menyertai ketika awal serangan
migren. Gejala fisik ini diantaranya adalah pusing, lemas, atau mati
rasa pada ujung jari.
Karena gejala ini juga bisa terjadi ketika seseorang mengalami
stroke, dianjurkan untuk segera menghubungi dokter atau pusat layanan
kesehatan terdekat jika mengalami gejala-gejala tersebut.
3.
Pada migren, biasanya rasa sakit atau nyeri hanya dirasakan pada satu
sisi kepala saja, meskipun terkadang bisa kedua sisi terkena pada saat
bersamaan.
Rasa sakit akibat migren biasanya terlokalisasi di
sekitar pelipis, belakang mata, atau bagian belakang telinga. Rasa sakit
akibat migren biasanya cukup intens dan sering berdenyut.
4. Selain rasa nyeri, bisa jadi juga muncul rasa mual bahkan muntah, dan menjadi lebih peka terhadap cahaya serta suara.
Banyak orang yang mengalami migren ingin mengurung diri di tempat atau ruangan yang gelap, tenang, dan sejuk.
5. Serangan migren bisa terjadi kapan pun. Rasa sakit akibat migren bisa berlangsung selama beberapa jam bahkan beberapa hari.
6.
Migren bisa jadi hampir sama seperti sakit kepala karena tegang
(tension headaches). Sakit kepala karena tegang cenderung menyebabkan
sakit kepala yang menetap di kepala dan dahi dan berdenyut di satu titik
tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar