Senin, 09 Februari 2015

Diagnosis Saraf Kejepit

Mendiagnosis Saraf Kejepit

Pada umumnya dokter akan mulai bertanya pada pasien mengenai gejala nyeri, kesemutan, kelemahan, mati rasa, serta gejala-gejala umum lain yang lazim terjadi pada saraf kejepit. Tidak menutup kemungkinan pasien yang mengalami saraf kejepit juga ditanya mengenai sejarah keluarga dan sejarah pekerjaan yang pernah dan sedang ditekuni. Hal ini penting sekali mengingat faktor genetis dan rutinitas yang baisa dilakukan sehari-hari dalam dunia kerja juga dapat memicu timbulnya saraf kejepit.  

Saraf Kejepit dan Akibatnya

Hampir semua orang pernah mengalami nyeri tulangbelakang, baik itu menyerang di bagian leher, punggung, ataupun bagian pinggang. 90% nyeri tulang belakang dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat penghilang nyeri yang di jual bebas di warung ataupun apotek. Sementara 10% sisanya akan mengeluhkan adanya gejala saraf kejepit lagi. Walaupun persentasenya kecil, akan tetapi akibat yang muncul sangat berat, salah satunya adalah cacat saraf menetap. Cacat saraf dapat berupa kelumpuhan lengan dan tungkai kedua sisi, impotensi, hilangnya kemampuan mengontrol keinginan berkemih serta buang air besar.

Nyeri pada bagian tulang belakang dapat merupakan tanda atau gejala awal saraf kejepit yang disebabkan adanya penyempitan ruang yang dilalui saraf atau sekelompok saraf. Penyempitan ini dalam bahasa medis disebut dengan Stenosis. Penyebab jepitan saraf di bagian tulang belakang (stenosis) dapat berupa tumor saraf tulang belakang, infeksi dan sebaran infeksi tulang belakang, sebaran kanker ke tulang belakang, penyakit degenerasi atau penuaan dini jaringan, dan trauma atau benturan pada tulang belakang.

Penuaan dini jaringan di daerah tulang belakang dapat berupa penuaan dini bantalan antar ruas tulang belakang yang mengakibatkan timbulnya tonjolan pada ruas tulang belakang (Herniasi nucleus pulposus = HNP). HNP adalah penyakit degenerasi pada areal tulang belakang yang menjadi awal proses penjepitan saraf tulang belakang yang berakibat fatal yaitu kelumpuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar