Daur Hidup Penyakit
Daur perjalanan penyakit malaria sedikit berliku. Untuk dapat tetap mempertahankan daur kehidupannya, parasit malaria membutuhkan dua tuan rumah atau hospes, yaitu mahluk bertulang belakang (vertebrata) dan nyamuk jenis anopheles. Jika ia kehilangan satu dari kedua tuan rumahnya ini, maka rantai kehidupannya tidak akan berkesinambungan alias tidak dapat berketurunan.
Manusia sebagai hospes perantara dari parasit malaria, memungkinkan pekembangan parasit menempuh separuh dari daur hidupnya. Mirip dengan daur hidup kupu-kupu yang bermula dari kepompong, parasit malaria juga demikian. bayi parasit yang memasuki tubuh manusia beredar didalam darah. Sebagian memasuki sel darah merah dan bercokol disana sebagai pendompleng sejati. Adanya domplengan parasit malaria didalam sel darah merah inilah yang menimbulkan penyakit malaria pada manusia.
Sebaliknya tidak demikian dengan nyamuknya. Bayi parasit yang dengan bebasnya beredar dalam aliran darah penderita, yang kemudian terisap oleh nyamuk malaria atau si anopheles, tidak membuat nyamuk menderita penyakit malaria.
Nyamuknya tetap segar bugar, sekalipun didalam tubuhnya telah berkembang bayi parasit yang siap menjadi parasit malaria dewasa dan siap berkembang biak, untuk selanjutnya menancapkannya lewat gigitan ditubuh manusia lain. Dengan cara demikian penularan penyakit malaria terjadi. Didalam ludah nyamuk yang membawa parasit malaria terkandung banyak sekali parasit yang siap berkembang dalam darah manusia.
Pembawa daur hidup parasit malaria, baik didalam tubuh manusia maupun nyamuk, memerlukan waktu tertentu. Ada 4 jenis parasit malaria yang dikenal. Masing-masing berbeda-beda daur hidupnya. Ada tahapan ia berkembang didalam sel darah merah. Tahapan yang terakhirlah yang membangkitkan gejala demam pada penderita, anemia, dans edikit penyakit diare.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar